Minggu, 06 Januari 2013

Pasca 2012 Pasca Kolonial


Di awal tahun 2012 saya pernah punya pengharapan kepada TUHAN agar bila tahun 2012 telah berlalu saya diijinkan menjadikan era Pasca 2012 sebagai Era Pasca Kolonial. Kini tahun 2012 telah berlalu.

Tahun 2012 banyak dibicarakan orang karena sebagian orang ada yang mempercayai bahwa kiamat besar akan terjadi pada tahun 2012. Namun di awal tahun 2012 itu saya sudah memposting artikel (http://www.satriopiningitasli.com/2012/01/menyambut-2012kiamat-besar-masih-1000.html?m=1) di blog ini yang didasarkan pada surat keprihatinan saya tertanggal 21 November 2003.

Istilah pasca kolonial seharusnya tidak mengacu pada tahun tertentu, namun ketika kita memasuki tahun baru seperti saat ini maka hal-hal buruk seperti kolonialisme dan penindasan sudah seharusnya ditinggalkan. Saya mengamati bahwa isu "kiamat sudah dekat" adalah suatu isu yang beraroma kolonialistis yaitu pandangan dari luar yang menganggap lebih baik dan lebih benar yang pada saat bersamaan menindas kearifan lokal yang lebih benar bahkan lebih baik atau lebih tepat. Di dalam artikel saya di atas saya keberatan dengan pandangan "kiamat sudah dekat" bukan karena saya tidak mempercayai adanya kiamat tetapi karena pandangan "kiamat sudah dekat" itu lebih banyak sisi negatifnya dari pada positifnya. Saya menunggu tahun 2012 berlalu agar mereka yang penasaran puas.

Kalau kita mengacu pada pandangan lokal maka pandangan tersebut mengatakan bahwa kita akan segera memasuki jaman keemasan bukan segera akan kiamat. Pengalaman rohani saya juga mengatakan begitu. Kalau saya meyakini bahwa TUHAN mempekerjakan saya di suatu divisi yaitu divisi kesejahteraan umum dari Kerajaan-Nya maka rasanya saya juga tidak mempercayai bahwa kiamat sudah dekat. Saya meyakini bahwa masa keemasan pemerintahan TUHAN ini akan berlangsung paling tidak 1.000 tahun. Kitab Wahyu (Kitab terakhir Perjanjian Baru) menyebutnya sebagai Kerajaan 1.000 tahun.

Jaman keemasan memang memerlukan partisipasi banyak orang, meski demikian tidak tergantung orang. TUHAN memiliki kuasa untuk mewujudkannya dan menghukum yang tidak berpartisipasi.

Saya bukan teoritikus tentang post colonial atau pasca kolonial. Bagi saya pengalaman ditindas dan dibebaskan TUHAN itulah yang saya sharing-kan di sini. Pengalaman itu juga meliputi pengalaman menemukan hidup saya sebagai umat TUHAN, menemukan makna hidup dan melihat bahwa baik JAWA maupun JHWH adalah tetragramaton yang sama. Sementara itu kata "jawa" sudah dipakai sejak lama sejak sebelum jaman kolonial. Saya tidak banyak membaca teori atau buku-buku kolonialisme dan pasca kolonial. Pengalaman saya memperjuangkan demokrasi ekonomi dan biososioekonomi maupun pengalaman saya sebagai entitas lama (Mataram) bisa langsung merasakan kolonialisme dan pasca kolonial. Tidak sedikit komentar negatif di blog ini yang beraroma kolonialistis. Saya, dalam surat keprihatinan tertanggal 21 November 2003, sudah menulis bahwa siapa pun yang menghambat publikasi biososioekonomi adalah penjajah.

Kini dunia memang masih berputar belum kiamat, artinya pengentasan kemiskinan masih harus dilanjutkan, kelestarian lingkungan hidup dan keseimbangan ekologis masih harus dijaga, populasi penduduk harus dikontrol, kepentingan publik harus ditegakkan. Semua itu memerlukan pencerahan. Teori ekonomi makro biososioekonomi sudah menawarkan diri. Teori biososioekonomi ini adalah teori obyektif yang tunduk pada kaidah akuntansi.

Saya merasa TUHAN berada di pihak saya bahwa Pasca 2012 adalah Pasca Kolonial. TUHAN berpihak kepada mereka yang lapar, miskin, dan tertindas. Pintu pertobatan masih dibuka bagi kolonialisme, namun hukuman juga disediakan entah di dunia ini atau di dunia nanti setelah kematian. Selamat Tahun Baru 2013.

Artikel Terkait

Tanda-tanda Itu begitu Nyata....... (http://www.satriopiningitasli.com/2010/04/tanda-tanda-itu-begitu-nyatameningkat.html?m=1)

Pemerintahan Tuhan ( http://www.satriopiningitasli.com/2010/08/pemerintahan-tuhan.html)

Tiga Gempa Pasca 1 Suro ( http://www.satriopiningitasli.com/2009/12/tiga-gempa-pasca-satu-suro.html)

Mempertanyakan Terjemahan Buku Karya De Graaf ( http://www.satriopiningitasli.com/2010/03/mempertanyakan-terjemahan-buku-karya-de.html?m=1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar