Rabu, 21 April 2010

Biososioekonomi Tak Gentar Menghadapi Yang Terbesar


Melihat berita-berita di media massa mengenai pemberantasan korupsi akhir-akhir ini sebagian orang kecewa mengapa yang ditangkapi hanya yang kecil-kecil. Di mana yang besar-besar dan yang paling besar? Potret praktek pemberantasan korupsi semacam ini memang menjengkelkan.

Berbeda dengan praktek pemberantasan korupsi, biososioekonomi tidak gentar menghadapi yang paling besar, berani memulai dari yang paling besar. Tidak akan mulai dari yang kecil-kecil, bahkan kalau kekayaan warisan itu sangat kecil hanya beberapa ratus juta tidak perlu didaur ulang. Kalau yang paling besar sudah menjalankan biososioekonomi maka yang lebih kecil akan ringan bebannya dan yang paling kecil tidak perlu mendaur ulang kekayaan pribadinya. Akan tetapi kalau ada yang mau memulai menjalankan biososioekonomi meski kekayaannya tidak yang terbesar tentu akan diterima. Berani memulai dari yang paling besar bukan berarti mengabaikan yang sedikit lebih kecil.

Dalam memperjuangkan biososioekonomi saya tidak menyandarkan pada kekuatan manusia semata, meskipun menggunakan prinsip sekuler non violence tetap perlu. Partisipasi secara damai semua orang memang diperlukan tetapi tidak tergantung pada mereka. Tidak sedikit orang (termasuk wartawan, ilmuwan, atau rohaniwan) yang takut berhadapan dengan triple six apalagi triple six yang paling besar. Ada dua hal yang membuat saya berani memperjuangkan biososioekonomi dan menentang triple six. Pertama prinsip demokrasi ekonomi yang saya anut. Prinsip ini bersifat sekuler (umum, berdasarkan hukum alam yang diterima semua orang) bahwa laba dan kekayaan berasal dari konsumen dan harus dikembalikan kepada konsumen (semua orang). Kedua, rencana Tuhan yang berarti juga dukungan-Nya pada aktivitas saya. Rencana itu sudah ditulis di dalam Alkitab sebenarnya. Sayang tidak semua orang memahami. Kutukan atau penghancuran triple six yang akan dilakukan Tuhan dan penghuni surga jelas tertulis dalam Alkitab khususnya Kitab Wahyu (bdk Why 19:11-21 juga Why 16:10). Dalam Injil juga tercatat kutukan Yesus: "Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." (Luk 12:20-21). Mengkritik orang yang paling kaya dalam sejarah Israel yang kekayaan atau income-nya jelas-jelas tertulis 666 talenta emas per tahun (1Raj10:14) juga dilakukan Yesus Kristus seperti tercatat dalam Injil Lukas 12:27 yang bunyinya "Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahnnya pun tidak berpakaian seindah salah satu bunga itu"

Kutukan atau tulah Tuhan pada triple six akan datang seperti pencuri (bdk Why 16:15 )setelah peringatan-peringatan yang disampaikan hamba-Nya dirasa sudah cukup banyak dan tersebar. Sering kali dalam memperjuangkan biososioekonomi ketika saya kelelahan tidak ada orang lain yang ikut memperjuangkan biososioekonomi, kuasa Tuhan datang dan menyembuhkan kelelahan saya. Saya merasa dikuatkan Tuhan untuk menghadapi yang terbesar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar