Selasa, 08 Maret 2011

Mengoreksi Diri Sebelum Dikritik

Alangkah indahnya dunia kalau setiap orang selalu introspeksi diri dan mengoreksi diri sebelum dikritik. Hal seperti ini tidak hanya diharuskan bagi orang-orang yang menduduki jabatan penting tetapi semua orang. Bagi kita sendiri manfaat introspeksi diri adalah bahwa kita selangkah lebih maju dari orang lain, sebelum orang lain mengkritik kita, kita sudah memperbaiki kekeliruan kita sendiri sehingga kita tidak banyak menanggung malu.

Dengan banyak belajar dan menambah pengetahuan, kita terbantu untuk melihat diri kita sendiri. Internet dan Windows bagi saya adalah hal yang relatif baru karena saat saya menulis skripsi di tahun 1990 saya masih menggunakan program Wordstar. Ketika saya harus menuangkan gagasan saya dalam bentuk tulisan atau buku, saya menyempatkan diri untuk belajar menulis dengan Windows. Bahkan ketika tahun 2004 buku saya Herucakra Society Jalan Ketiga Ekonomi Dunia saya tidak memiliki alamat email meskipun sudah bisa mengetik dengan Windows. Ketika tahun 2005 Prof. Dr Sri-Edi Swasono meminta alamat email saya, alangkah malunya saya karena saya belum memiliki email. Dari kejadian itu saya mulai banyak belajar lagi.

Memang sebaiknya kita selalu mengoreksi diri, introspeski diri dan memperbaiki diri sebelum dikritik orang lain. Tidak hanya dalam hal teknologi seperti yang saya contohkan di atas tetapi juga dalam banyak bidang kehidupan. Apalagi kalau kita menduduki jabatan penting yang banyak pengaruhnya bagi hajat hidup orang banyak, bagi ekonomi rakyat. Alangkah berdosanya kita kalau membiarkan rakyat terlantar dan mati kelaparan.

Mungkin hal itu tidak mudah, tetapi kita perlu berusaha. Berusaha untuk berhasil dan minimal lebih baik. Kalau proses koreksi diri dan pembelajaran diri ini berlangsung terus-menerus tanpa kita sadari kita telah berhasil.

Dari keheningan rumah doa terdengar sayup-sayup sebuah kidung yang membantu kita memperbaiki diri: "Hanya debulah aku di alas kaki-Mu Tuhan..."

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kita untuk selalu memperbaiki diri terlebih menyambut jaman baru dan peradaban baru yang menuntut semua orang meninggalkan paradigma yang tidak pro rakyat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar