Minggu, 14 Oktober 2012

Ekonomi Jalan Tengah ala Warren Buffet

Beberapa tahun lalu menjelaskan ekonomi jalan tengah atau ekonomi jalan ketiga tidaklah mudah. Bukan saja karena tidak semua orang adalah cerdas atau memiliki intelektualitas memadai tetapi juga karena pengaruh media konvensional (cetak dan tv) yang turut menyebarkan kesinisan terhadap ekonomi jalan tengah tersebut sebagai ekonomi setengah-setengah yang bukan ini atau bukan itu.
Menurut mereka yang sinis itu ekonomi jalan tengah yang setengah-setengah itu tidak ada ukurannya, jadi tidak bisa dipakai pedoman. Tidak mudahnya menjelaskan ekonomi jalan tengah itu juga diakui rekan-rekan yang bekerja di PUSTEP UGM waktu itu.

Akan tetapi seiring bergulirnya waktu dan tersedianya internet sebagai media alternatif dan dengan adanya berbagai macam peristiwa maka ekonomi jalan tengah menjadi lebih mudah dijelaskan.

Apa yang terjadi dengan Warren Edward Buffet bisa saya pakai untuk menjelaskan ekonomi jalan tengah. Mengenai Warren Buffet pernah saya singgung di Blog ini. Warren Buffet adalah orang yang kaya dari investasi di pasar saham. Namun kekayaannya yang akan ia bagikan kepada orang lain jauh lebih besar dari yang ia berikan kepada anak cucunya. Dalam hal ini ekonomi jalan tengah tidak anti bisnis privat termasuk investasi di bursa saham. Tetapi juga menuntut income publik yang tinggi dari derma, pajak, dan daur ulang kekayaan pribadi. Dengan tidak mewariskan sebagian besar hartanya kepada anak-cucunya sendiri, Warren Buffet sebenarnya telah memenuhi tuntutan teori ekonomi makro biososioekonomi, ekonomi jalan tengah. Ekonomi jalan tengah bukanlah ekonomi berkerangka dasar neolib dengan memberi gincu CSR sebesar 2,5% dari laba. Harta yang disumbankan Buffet jauh lebih besar dari sekedar 2,5%. Dari penjelasan ini jelas ekonomi jalan tengah itu bukan ekonomi
yang setengah-setengah dan yang tidak tegas. Secara matematika sederehana dapat dikatakan kalau laba yang diambil individu sebesar 100 maka yang dikembalikan juga 100 bukan 2,5 seperti yang dilakukan CSR. Apa yang dilakukan Buffet bisa mendekati 100% karena Buffet adalah orang bukan perusahaan di mana orang juga bersifat homo socius tapi perusahaan tidak bisa berubah menjadi lembaga sosial.

Tentu kekayaan hibah dari Buffet seharusnya dikelola sesuai kaidah biososioekonomi bukan dikelola secara konvensional.

Semoga penjelasan sederhana ini bisa dimengerti. Semoga semakin banyak orang kaya berbagi harta dengan persentase yang lebih besar dari Buffet, ingatlah Anda yang kaya bahwa Anda adalah orang bukan perusahaan. Orang seharusnya lebih dermawan dari pada perusahaan.

Artikel Terkait
e
Cara Gampang Gandakaen Uang ala Warren Buffet. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/07/22074789/Cara.Gampang.Gandakan.Uang.Ala.Warren.Buffett

Semoga Semakin Banyak Orang Kaya Berbagi Harta. http://www.satriopiningitasli.com/2012/02/semoga-semakin-banyak-orang-kaya.html

Ekonomi Jalan Ketiga Dalam Bahasa Sederhana. http://www.satriopiningitasli.com/2011/11/ekonomi-jalan-ketiga-dalam-bahasa.html?m=1

Tiga Alasan Mengapa Biososioekonomi adalah Ekonomi Jalan Ketiga. http://www.satriopiningitasli.com/2010/11/tiga-alasan-mengapa-biososioekonomi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar