Rabu, 24 Maret 2010

Aktivitas Makro Memang Tidak Selalu Bersentuhan Fisik dengan Orang Miskin

Pada postingan terdahulu dijelaskan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan pendekatan atau aktivitas mikro sekaligus makro. Perbedaan antara tataran mikro dan makro juga sudah dijelaskan.

Aktivitas makro untuk mengentaskan kemiskinan memang tidak bersentuhan secara fisik dengan orang miskin. Hal ini berbeda dengan karya mikro seperti katakanlah karya Beata Teresa yang bersentuhan fisik secara langsung dengan orang miskin.

Meskipun secara fisik tidak bersentuhan langsung dengan orang miskin bukan berarti pendekatan atau aktivitas makro tidak benar-benar membela wong cilik. Diperlukan intelektualitas yang memadai untuk menilai apakah suatu aktivitas makro benar-benar pro rakyat atau tidak. Teori ekonomi makro konvensional (baik neoklasik/neoliberal atau keynesian) adalah salah satu contoh pendekatan yang tidak benar-benar makro. Banyak orang terkecoh dengan teori itu sebagai makro.

Pendekatan atau aktivitas makro pengentasan kemiskinan memiliki tantangan tersendiri. Tidak bersentuhannya secara fisik langsung dengan orang miskin membuatnya sering ditolak atau dicurigai macam-macam. Tantangan itu berbeda dibanding yang terjadi pada tataran mikro.

Pengalaman saya memperjuangkan demokrasi ekonomi dan teori ekonomi makro biososioekonomi menghadapi banyak tantangan dan hambatan yang berbeda itu. Tantangan yang sering dihadapi adalah hegemoni akademik, pelacuran intelektual, resistensi dari para pelaku triple six (pewarisan kekayaan berlimpah), penindasan oleh media massa, pragmatisme pejabat negara, kecurigaan otoritas keagamaan, cara berpikir linier, cara berpikir yg eksklusif empirisistis, kepura-puraan (pura-pura tidak tahu) dan keengganan untuk ke luar dari zona nyaman. Itulah tantangan dan hambatan yang dihadapi aktivis makro. Meskipun tantangan dan hambatan itu tidak kecil tetapi perjuangannya sering mendapatkan kemudahan dari kuasa Ilahi. Tuhan itu nyata bagi wong cilik. Orang yang buta dan tuli hatinya saja yang tidak mau mengakui tanda-tanda yang diberikan Tuhan yang begitu dahsyat. Bagi aktivis makro biososioekonomi janganlah khawatir dan berkecil hati karena Tuhan beserta kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar