Minggu, 04 Oktober 2009

Cara Mudah Belajar Ekonomi (1)

Oleh: Hani Putranto

KTT negara-negara G-20 di Pittsburgh AS telah berakhir dan menghasilkan kesepakatan bersama bahwa kelompok G-20 menggantikan kelompok G-8 dalam forum kerjasama ekonomi global. Hasil itu telah mendapat banyak komentar atau tanggapan termasuk opini yang dimuat di media cetak.

Postingan saya kali ini berkaitan dengan ekonomi sebagai ilmu dan teori serta bagaimana kita bisa mempelajarinya secara mudah tetapi tajam dan tepat tidak rancu. Harapan saya agar banyak orang bisa memahami ekonomi dengan baik dan tepat sehingga bisa ikut memantau kebijakan yang diambil pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan publik lainnya. Segala kritik dan saran atas postingan kali ini akan saya terima dengan hati dan pikiran terbuka.

Pembahasan ini saya bagi menjadi 2 postingan. Yang pertama berkaitan dengan pendapatan dan aset (kekayaan) bagi suatu unit ekonomi. Dan yang kedua mengenai harga barang dan jasa yang akan saya sampaikan dalam postingan yang akan datang.

Kita bisa belajar ekonomi lebih mudah kalau kembali ke makna dasar ekonomi. Kata "ekonomi" berasal dari bahasa Yunani economos, yang berarti 'seseorang yang mengelola' atau 'yang disebut pengurus atau pelayan' (Curry, Jeffry Edmund, MBA, PhD. Memahami Ekonomi Internasional, PPM, Jakarta, 2001, terj. Dari Short Course "International Economics" World Trade Press, 2000). Untuk bisa mengelola, kita harus tahu dan fokus pada sudut pandang kepentingannya. Satuan yang memiliki kepentingan yang sama perlu dikelompokkan dalam suatu unit, yang saya namakan unit ekonomi. Unit ekonomi itu bisa berupa individu (rumah tangga), kelompok, dan publik. Perusahaan baik manufaktur atau perbankan termasuk unit ekonomi kelompok, demikian juga klan(dinasti). Bahkan dalam tataran global negara pun termasuk unit ekonomi kelompok, meskipun dalam tataran nasional termasuk unit ekonomi publik. Demikian juga dengan koperasi, termasuk unit ekonomi kelompok karena koperasi bekerja hanya untuk kepentingan anggotanya saja. Sementara yang bisa dimasukkan dalam kategori unit ekonomi publik adalah masyarakat.

Mengapa sudut pandang kepentingan ini perlu? Karena dalam ekonomi itu ada keterkaitan yang bisa berlawanan. Pemasukan bagi satu unit ekonomi bisa jadi merupakan pengeluaran bagi unit ekonomi yang lain. Demikian juga kekayaan bagi unit ekonomi yang satu bisa berarti liabilitas bagi unit ekonomi lain. Atau pemborosan bagi yang satu bisa berarti efisiensi bagi yang lain. Juga pendapatan bagi seseorang (individu) bisa berarti pengeluaran bagi orang lain. Dengan fokus dan mengetahui sudut pandang kepentingannya ini, kita bisa mengelola dengan baik suatu unit ekonomi apakah itu individu, kelompok, atau publik. Teori ekonomi makro biososioekonomi yang saya rumuskan termasuk teori ekonomi publik yang memberikan pedoman untuk mengelola unit ekonomi publik.

Dalam postingan kali ini banyak berkaitan dengan akuntansi. Meskipun postingan ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seseorang menjadi akuntan (profesional) akan tetapi hal-hal yang mendasar mengenai akuntansi itu perlu diketahui banyak orang (publik) agar kita tidak dibodohi.

Dalam mengelola suatu unit ekonomi perlulah kiranya mengetahui pendapatan dan pengeluaran unit ekonomi itu. Beberapa ekonom memasukkan hutang sebagai suatu pendapatan. Tetapi saya tidak setuju, yang saya maksud pendapatan adalah pendapatan riil saat ini. Bukan pendapatan nanti, hutang adalah pendapatan di masa yang akan datang dimana masa akan datang itu tidak mudah diprediksi apalagi dalam situasi chaos dimana pendapatan bisa melambung atau lenyap. Untuk lebih aman dan pasti, maka harus ada kedisiplinan dan konsistensi dengan menggunakan dasar perhitungan pendapatan riil saat ini. Ini berlaku untuk semua unit ekonomi apakah individu, kelompok, atau publik.

Mengetahui pendapatan dan pengeluaran saja tidak cukup dalam mengelola suatu unit ekonomi karena pendapatan suatu unit ekonomi bisa saja besar tetapi tidak pernah menjadi aset atau kekayaan. Untuk itu perlu suatu neraca yang bisa menggambarkan besarnya aset dan liabilitas yang umum disebut rekening T. Rekening T bisa dibuat untuk unit ekonomi individu, kelompok, atau publik. Salah satu rekening T untuk publik adalah neraca yang saya namakan neraca herucakra society yang sudah dipublikasikan dan dapat dilihat di buku saya atau makalah saya yang ditampilkan situs Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM.

Seperti halnya pendapatan, definisi aset pun harus jelas. Robert T kiyosaki seorang guru investasi sekaligus pelaku bisnis dan investor, menggunakan rekening untuk menjelaskan kepada individu (rumah tangga) dalam mengelola dan mengembangkan kekayaannya. Dia mendefinisikan kekayaan dengan tepat dan sangat bagus yaitu:"jumlah hari dimana Anda bisa bertahan hidup tanpa bekerja secara fisik (atau tanpa siapapun dalam keluarga Anda bekerja secara fisik) dan tetap mempertahankan kehidupan Anda" (Kiyosaki, Robert T, 2001. The Cashflow Quadrant, Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 48). Kalau kita memiliki deposito Rp 15000.000,- dan biaya hidup kita adalah Rp 1.500.000,- per bulan berarti kekayaan kita adalah 300 hari atau sepuluh bulan. Sementara itu seorang karyawan berusia 25 tahun yang baru saja menerima pengangkatan sebagai karyawan tetap bukan berarti memiliki kekayaan 30 tahun (kalau peraturan usia pensiunnya 55 tahun). Surat pengangkatan itu bukan "menghasilkan" waktu tetapi menghasilkan kewajiban, kalau karyawan tersebut tidak bekerja satu bulan saja pasti dipecat. Dalam unit ekonomi publik, seperti disarankan teori ekonomi makro biososioekonomi, kekayaan alam seperti emas atau minyak di perut bumi tidak dimasukkan sebagai aset atau liabiliatas unit ekonomi manapun. Dimasukkan sebagai aset negara pun kurang tepat karena masih memerlukan waktu, modal, input teknologi, dan manajemen untuk memperolehnya. Definisi aset atau kekayaan adalah yang menghasilkan waktu bukan memerlukan waktu Kalau selama ini hal tersebut dianggap kekayaan negara hal itu karena pandangan politis bukan pandangan ekonomis (paling tidak teori ekonomi makro biososioekonomi menolaknya). Definisi tentang kekayaan ini sangat penting agar neraca aset-liabilitas atau rekening T ini bisa berfungsi maksimal sebagai pisau bedah analisis untuk mengetahui kesehatan unit ekonomi yang dikelola apakah individu, kelompok atau publik.

Dalam mengelola, kita harus memiliki integritas yang tinggi dengan unit ekonomi yang kita kelola karena apa yang oleh suatu unit ekonomi yang satu disebut aset, oleh unit ekonomi lain disebut liabilitas. Contohnya adalah deposito, bagi kita sebagai individu deposito milik kita adalah aset kita pribadi tetapi dalam tataran makro atau oleh unit ekonomi publik disebut liabilitas. Integritas dan kejelasan ini penting agar tidak rancu. Kita harus menegaskan unit ekonomi mana yang sedang kita kelola atau kita sedang bekerja untuk unit ekonomi mana.

Aset-aset itu berasal dari pendapatan tergantung unit ekonominya. Bagi perusahaan pendapatan diperoleh dari penjualan produk atau jasa yang diproduksinya. Bagi individu bisa berupa gaji, bunga bank, hasil reksadana, hasil investasi, bonus, hasil usaha, komisi, atau hal-hal lain seperti hadiah atau hibah. Bagi negara penghasilannya berupa pajak, laba BUMN, dan hibah. Sementara bagi publik (masyarakat) penghasilannya berupa derma dan daur ulang kekayaan sebagimana dijelaskan teori ekonomi makro biososioekonomi.

Krisis terjadi karena pendapatan bagi unit ekonomi itu kurang atau liabilitasnya lebih tinggi dari asetnya. Dalam tataran makro ekonomi atau unit ekonomi publik, liabilitas yang lebih tinggi dari aset terjadi karena total milik individu lebih tinggi daripada total milik publik (yang diperoleh dari pajak, derma dan daur ulang kekayaan individu). Itulah krisis dalam bahasa akuntansi. Sederhana kan?

Teori ekonomi neo klasik atau neo liberal adalah teori ekonomi yang rancu karena tujuannya mau mengelola ekonomi publik (makro) tapi prakteknya justru meningkatkan liabilitas publik dengan menggenjot PDB setinggi mungkin, padahal PDB adalah total pendapatan individual tahunan yang hanya sebagian kecil saja yang diabayarkan sebagai pajak dan derma.

Semoga postingan ini mencerahkan dan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar