Selasa, 06 Juli 2010

Ekonom Konvensional Tak Bisa Lepas Tanggung Jawab atas Kerusakan Lingkungan dan Kesengsaraan Rakyat

Paradigma pembangunan dan pengelolaan ekonomi yang bertumpu pada pertumbuhan PDB sebenarnya tidak bisa diterima akal sehat. Namun pertumbuhan PDB itulah yang diupayakan dan menjadi pedoman kerja ekonom konvensional (ekonom yang memakai teori neo klasik atau keynesian) yang kemudian juga menjadi pedoman kerja pemerintah.

Untuk bisa mengetahui kesalahan paradigma pertumbuhan PDB, kita harus memahami konsep dasar PDB Ekonom konvensional meskipun bergelar doktor tidak perlu malu untuk melihat dan memastikan kembali konsep dasar PDB. Jangan menganggap pekerjaan seperti itu adalah pekerjaan mahasiswa ekonomi tahun pertama. Tidak, karena kalau konsep dasarnya salah atau tidak dipahami maka perhitungan lanjutannya yang detil akan juga salah. Sehingga perhitungan lanjutan detil yang berdasarkan paradigma pertumbuhan PDB itu tidak banyak gunanya.

Dalam blog ini sudah pernah saya jelaskan kelemahan konsep PDB dan pertumbuhan PDB. Selain itu juga perlu saya kemukakan bahwa kerusakan alam yang diakibatkan pertumbuhan PDB sama buruknya dengan pertumbuhan populasi penduduk. Baik pertumbuhan populasi penduduk atau pertumbuhan PDB sama-sama membebani alam.

Mungkin memang ada semacam kendala psikis untuk bisa keluar dari paradigma lama itu. Hal itu terjadi karena pertumbuhan PDB nol persen telah dipersepsikan sebagai kondisi resesi atau krisis ekonomi. Untuk bisa keluar dari paradigma lama diperlukan keterbukaan hati dan pikiran. Mau berpikir rasional tidak terjebak persepsi dan mitos. Pertumbuhan PDB nol persen sebenarnya bukan kondisi krisis kalau aset publik sama besarnya dengan liabilitas publik sebagaimana dijelaskan oleh teori ekonomi makro biososioekonomi. Jadi meskipun pertumbuhan PDB nol persen tidak perlu dikhawatirkan selama aset publik sama besar dengan liabilitasnya dan pertumbuhan penduduk juga nol persen. Biosoioekonomi menawarkan yang rasional dan akuntabel.

Teknologi produksi yang ramah lingkungan memang diperlukan untuk mencegah kerusakan alam lingkungan serta mencegah pemanasan global. Akan tetapi kalau pertumbuhan populasi penduduk tidak dikendalikan menjadi (maksimum) nol persen serta pertumbuhan PDB global tidak ditekan mendekati nol persen, maka kerusakan alam dan pemanasan global tetap saja terjadi. Ekonom konvensional tidak bisa lepas dari tanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan kesengsaraan rakyat akibat pengelolaan ekonomi yang mengejar pertumbuhan PDB.

Para akuntan profesional bisa mengkritik teori ekonomi makro biososioekonomi kalau memang teori itu salah. Tetapi para akuntan profesional juga harus ikut menjelaskan kepada ekonom konvensional agar pertumbuhan PDB tidak dijadikan tujuan atau pedoman pengelolaan ekonomi. Dalam tataran makro semua milik individu adalah liabilitas bagi publik. Menggenjot PDB sama saja dengan menggenjot liabilitas. Pertumbuhan PDB yang tinggi hari ini akan menjadi masalah di masa datang. Sementara masalah hari ini adalah akibat pertumbuhan PDB yang tinggi di masa lalu.

Apakah ekonom konvensional perlu didemo agar mau merubah paradigmanya yang merusak alam dan menyengsarakan rakyat!!??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar