Selasa, 11 Januari 2011

Sekedar Mengingatkan

Postingan sederhana ini sekedar mengingatkan di awal tahun saat kita harus bekerja lebih cerdas dan lebih keras. Seperti biasanya menjelang akhir tahun, prospek dan proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2011 banyak dipaparkan media massa. Pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan PDB masih menjadi ukuran untuk mencapai kondisi ekonomi yang lebih baik.

Postingan ini sekedar mengingatkan bahwa pertumbuhan PDB di negara berkembang seperti Indonesia memang masih memungkinkan namun semua itu harus melalui proses yang sehat menurut ukuran ekonomi publik kerakyatan. Pertumbuhan PDB negara berkembang yang sehat terjadi karena terjadinya peningkatan pendapatan publik (pajak, derma, dan daur ulang kekayaan individu) yang kemudian dikelola berdasarkan prinsip-prinsip biososioekonomi. Secara teoritis bisa dikatakan bahwa di negara berkembang yang PDB-nya masih rendah peningkatan pendapatan publik yang dikelola sesuai prinsip-prinsip biososioekonomi otomatis akan meningkatkan pendapatan individual total (PDB). Itulah peningkatan PDB yang sehat.

Sementara itu peningkatan PDB yang terjadi karena masuknya investor asing (baik portofolio atau foreign direct investment/FDI), maupun karena hutang publik (pemerintah) adalah peningkatan PDB yang tidak sehat. Peningkatan investor asing portofolio bisa menimbulkan masalah kalau terjadi pembalikan sehingga menimbulkan gejolak kurs valas atau meningkatnya beban yang harus ditanggung bank sentral untuk melakukan intervensi (stabilisasi). Sementara itu yang namanya FDI sekalipun tidak bermanfaat langsung bagi ekonomi publik kerakyatan karena porsi keuntungan terbesar akan jatuh pada pemilik modal, sementara rakyat dan ekonomi publik hanya mendapat remah-remahnya.

Hutang pemerintah adalah tanda bahwa suatu unit ekonomi tidak dikelola dengan baik karena hutang itu menunjukkan bahwa unit ekonomi itu pendapatannya kurang. Peningkatan PDB yang dibiayai dengan hutang pemerintah tidak banyak bermanfaat bagi ekonomi publik kerakyatan karena publik harus membayar bunganya sementara sebagian hutang itu dipakai membayar gaji pegawai yang komponennya meliputi dana untuk membeli rumah pribadi sehingga tetap membuat liabilitas publik lebih tinggi dari asetnya.

Meskipun pertumbuhan PDB Indonesia sangat baik tetapi tidak berada pada jalur yang sehat menurut ukuran ekonomi publik kerakyatan. Peningkatan PDB akan bekorelasi langsung dengan peningkatan aset individual di mana aset individual adalah liabilitas bagi publik. Liabilitas publik yang lebih tinggi dari aset publik adalah akar masalah krisis yang sebanarnya, baik krisis yang disertai gejolak moneter-keuangan atau silent crisis. Krisis yang disertai gejolak moneter-keuangan masih tetap berpotensi terjadi di masa mendatang di Indonesia, entah kapan waktunya. Sementara silent crisis sudah terjadi ketika bunga bank nol atau minus bila dikoreksi dengan inflasi. Silent crisis membunuh rakyat secara perlahan-lahan karena menggerus daya belinya secara perlahan tapi pasti.

Semoga postingan sederhana ini dimengerti pemangku kepentingan publik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar