Selasa, 05 April 2011

Biar Tuhan Menyempurnakan Usaha Kita

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pilihan dan kesepakatan final kita berbangsa dan berngara dalam wadah NKRI. Meskipun sebagian komponen bangsa sangat teguh dengan prinsip ini namun yang lain sering menghkianatinya. Pancasila adalah jalan tengah yang mempersatukan Indonesia yang warganya menganut aneka macam agama dan kepercayaan dan membebaskan mereka beribadah sesuai keyakinannya masing-masing. Selain itu Ekonomi Pancasila merupakan ekonomi jalan ketiga yang pro rakyat dan terbuka terhadap teori ekonomi makro baru seperti biososioekonomi yang juga ekonomi jalan ketiga. Di tengah krisis kapitalisme global, ekonomi jalan ketiga dan Pancasila ini adalah sebuah harapan.

Namun demikian pengkhianatan terhadap Pancasila juga masih ada dengan menghalangi kebebasan beribadah yang ironisnya dilakukan oleh pejabat pemerintah. Kita prihatin dengan kejadian seperti ini. Kita semua yang adalah Warga Negara Indonesia harus menegakkan, menjaga, dan mengaktualisasikan Pancasila dalam hidup bernegara sehari-hari. Selain rumah kita, Pancasila adalah konsensus final yang tidak bisa diubah, tidak bisa diubah dengan logika "demokrasi" mayortas dan minoritas. Mengubah Pancasila berarti mengubah negara.

Pembangkangan terhadapPancasila dan konstitusi harus ditindak. Kita yang tidak memiliki wewenang bisa menyampaikan kritik atau kecaman melalui berbagai media. Dalam hal ini kita berusaha dengan cara konstitusional selanjutnya TUHAN akan menyempurnakan usaha kita.

"...biar Tuhan menyempurnakan usaha kita." Inilah yang ingin saya garis bawahi. Kata-kata ini saya kutip dari komentar saya di facebook atas tautan berita yang mengkritik pembangkang yang membangkang terhadap Pancasila dan konstitusi. Komentar saya Minggu 3 April 2011 selengkapnya adalah: "Pembangkang harus ditindak. Bagi kita yg gak punya wewenang paling tidak mengecam dan mengkritik via berbagai media. Selanjutnya biar Tuhan yg akan menyempurnakan usaha kita."

Civil society berushaha dengan cara damai non violence, pejabat pemerintah bekerja dan bertindak sesuai konstitusi, selanjutnya Tuhan yang akan menyempurnakan usaha kita. Gempa Cilacap 7,1 SR yang terjadi Senin dini hari mungkin peringatan atau tanda bahwa Tuhan tidak diam. Semoga kita peka terhadap tanda-tanda jaman.

Pada jaman Musa Tuhan menjatuhkan Tulah dan hukuman pada bangsa Mesir. Menurut opini pribadi saya tulah itu dijatuhkan karena dua hal: (1) Bangsa Mesir durhaka terhadap kebaikan Tuhan (2) Bangsa mesir menindas dan menghalangi kebebasan orang-orang JHWH (umat Tuhan) untuk beribadah. Waktu itu Mesir melupakan kebaikan Tuhan yang membebaskan mereka dari bahaya kelaparan pada jaman Yusuf bin Yakub. Kejadian di Mesir itu menjadi bahan refleksi bagi kita semua.

Semoga kebebasan beragama di Indonesia membaik sesuai Pancasila dan tidak ada yang mendurhakai kebaikan Tuhan yang telah mengirimkan dan memberikan kepada bangsa ini orang-orang yang peduli pada kesejahteraan umum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar