Kamis, 19 Januari 2012

Indikator Keberhasilan Revolusi (Pemikiran)

Kesengsaraan rakyat membuat beberapa pihak mencetuskan perlunya revolusi. Bagi saya pribadi revolusi memang diperlukan akan tetapi harus berjalan dengan damai. Untuk itu suatu revolusi seharusnya didahului revolusi pemikiran. Revolusi pemikiran harus menjadi pencerah jalannya revolusi damai. Menurut hemat saya teori ekonomi makro biososioekonomi adalah sebuah teori ekonomi yang revolusioner karena tidak menuntut pertumbuhan PDB. 

Untuk mengawasi jalannya revolusi damai kita perlu suatu indikator keberhasilan revolusi agar suatu revolusi tidak membuka peluang berkuasanya petualang politik atau politikus busuk. Suatu indikator sederhana seharusnya bisa menjadi pedoman banyak orang untuk mengawasi jalannya revolusi damai agar tidak diselelewengkan. 

Berikut ini saya usulkan beberapa indikator keberhasilan revolusi.

Indikator utama keberhasilan revolusi adalah bila ekonom sudah tidak lagi mengejar pertumbuhan PDB (produk domestik bruto).

Indikator kedua keberhasilan revolusi adalah bila ekonom telah bekerja keras mengurangi liabilitas publik dan meningkatkan aset publik sehingga aset publik sama dengan liabilitasnya. Menurut teori ekonomi makro semua aset pribadi adalah liabilitas bagi publik.

Indikator ketiga keberhasilan revolusi adalah bila ekonom telah bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan publik yang selain digunakan untuk meningkatkan aset publik juga dipakai untuk membayar jaminan sosial besar-besaran. Jaminan sosial yang dimaksud adalah untuk kesehatan, pendidikan, food stamps atau ketahanan pangan dan jaminan lansia. Dengan jaminan sosial besar-besaran ini akan meningkatkan daya beli rakyat secara signifikan. Dalam paradigma biososioekonomi semua anak seharusnya mendapat paket beasiswa sampai dengan S1. Suatu cash transfer kepada penduduk non usia produktif seperti usia sekolah dan lansia adalah suatu tindakan yang wajar dan tidak bertentangan dengan keadilan dalam arti tidak membuat orang malas bekerja. Pendapatan publik yang dimaksud di sini berasal dari pajak, derma, dan daur ulang kekayaan pribadi. Tidak termasuk pajak yang berasal atau membebani konsumen seperti cukai dan PPN.

Demikian semoga dimengerti dan dipahami.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar