Jumat, 06 Agustus 2010

Isu Redenominasi

Akhir-akhir ini pemberitaan media massa ramai dengan isu redenominasi rupiah yang direncanakan atau diwacanakan bank sentral

Menurut keterangan pejabat, pada dasarnya redenominasi tidak mengubah nilai mata uang terhadap barang. Sebagai contoh sepeda motor seharga Rp 15.000.000,- menurut denominasi lama bisa dibeli dengan uang rupiah denominasi baru sebesar Rp 15.000,- Demikian juga roti seharga Rp 1.000,-menurut denominasi rupiah lama bisa dibeli dengan uang rupiah denominasi baru sebesar Rp 1,- Tetapi gaji yang biasanya dibayar Rp2.000.000,- dengan denominasi rupiah lama akan dibayar dengan denominasi rupiah baru sebesar Rp2.000,-

Pada dasarnya redenominasi tidak mengubah nilai mata uang terhadap barang. Hanya akan menjadi lebih sederhana, tidak banyak nolnya. Itu berarti pula tak banyak mengurangi beban rakyat.

Menurut hemat saya redenominasi bukan sesuatu yang paling utama dan urgent untuk dilakukan. Yang paling utama adalah bahwa BI harus berani keluar dari paradigma neoliberalistiknya yang jelas-jelas membebani rakyat. Harus bersama-sama civil society bekerja sama mewujudkan demokrasi ekonomi yang sesuai paradigma biososioekonomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar