Jumat, 29 Oktober 2010

Harapan Bangsa

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini bersamaan dengan situasi bangsa dan negara sedang bersedih karena berbagai bencana seperti banjir di Wasior Papua, tsunami Mentawai 25 Oktober, dan letusan Gunung Merapi 26 Oktober yang memakan korban jiwa serta harta benda. Kita prihatin. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berbagai bencana. Semoga, berkat kerahiman TUHAN, korban meninggal diperkenankan istirahat dalam kedamaian abadi di Sorga. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, yang terluka disembuhkan, yang mengungsi diberi kesehatan dan kekuatan Semoga TUHAN memberi kekuatan dan berkat bagi siapa saja yang menolong korban. Kita berempati dan membantu sesuai kemampuan dan kapasitas kita masing-masing. Perlu diperhatikan bahwa tidak sedikit harta benda yang hancur atau ternak yang mati. Semua itu perlu biaya untuk memulihkannya kembali agar derita para korban menjadi ringan.

Sumpah Pemuda adalah momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia dalam keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Peran kaum muda dalam kehidupan bangsa terasa nyata dalam Sumpah Pemuda. Mereka adalah generasi cerdas yang terdidik yang memenuhi harapan bangsa dan panggilan sejarah. Saat ini persatuan harus tetap dipertahankan. Komunikasi harus tetap terjaga melalui berbagai media seperti telepon, internet atau jejaring sosial.

Di tengah situasi bangsa dan permasalahan global saat ini kaum muda harus tetap menjadi harapan bangsa. Kaum muda seharusnya memiliki keberanian, kecerdasan, energi, dan keluwesan untuk mengatasi berbagai persoalan baik lokal, nasional, atau global. Kaum tua sering susah berubah. Kepeloporan untuk berubah ke arah yang lebih baik harus datang dari kaum muda. Semua orang muda bisa dan perlu berpartisipasi, bukan hanya aktivis saja yang bisa berpartisipasi

Permasalahan utama yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak saat ini baik lokal atau global dan menuntut banyak perhatian untuk diselesaiakan adalah tiadanya demokrasi ekonomi. Kemapanan dan anti demokrasi ekonomi masih mencengkeram hidup rakyat. Bahkan cengkeraman itu sering hadir bersama media massa konvensional (cetak dan tv). Semua kaum muda dipanggil untuk mendemokrasikan ekonomi yang otomatis membangun paradigma ekonomi publik kerakyatan.

Untuk membangun paradigma ekonomi publik kerakyatan atau mendemokrasikan ekonomi, semua kaum muda bisa bekerja, berkiprah, dan berkarya pada tiga pilar keadaban publik yaitu negara, pasar (bisnis), dan masyarakat (society). Di ranah state (negara) kaum muda bisa berkarya di eksekutif, legislatif, atau yudikatif, di ranah society kaum muda bisa berkarya atau berkiprah sebagai rohaniwan, blogger, pekerja media termasuk pers mahasiswa, pekerja yayasan sosial, pekerja LSM, pekerja organisasi konsumen sosial, pengajar, pengembang etika, budayawan, seniman, dan pekerja bank sentral (dalam paradigma baru).

Ranah bisnis atau pasar pun yang sering dianggap binatang ekonomi bisa dijadikan tempat untuk berkarya dan berkiprah. Ranah ini memerlukan kaum muda yang berhati mulia yang sadar akan tanggung jawab publik atau income publik melalui pajak, derma, dan daur ulang kekayaan individu. Pebisnis yang dperlukan adalah pebisnis yang mentransformasi diri menjadi "ksatria luhur" sebagaimana saya jelaskan dalam postingan berjudul "Dharma Ksatria: Antara Satrio Piningit dan Ksatria Luhur" yang berlabel Dharma Ksatria di blog ini.

Semua pilar keadaban publik bisa diterjuni dan ditekuni untuk memperjuangkan kesejahteraan publik melalui demokrasi ekonomi dan paradigma ekonomi publik kerakyatan. Kalau demokrasi ekonomi terwujud di samping demokrasi politik, maka banyak persoalan lain bisa diselesaikan. Kita fokus mencurahkan 80% waktu dan tenaga untuk sedikit (20%) item yaitu demokrasi ekonomi maka 80% persoalan rakyat telah teratasi. Ini membutuhkan peran kaum muda. Pers mahsiswa melalui media internet bisa ikut berperan di tengah pers konvensional yang dikuasai kaum tua dan pemilik modal.

Kaum muda tahun 1928 telah menuhi harapan bangsa dan memenuhi panggilan sejarah. Semoga kaum muda saat ini tetap menjadi harapan bangsa dan mau memenuhi panggilan sejarah menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Salam Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar