Selasa, 01 Februari 2011

....Kalau Mau Mengikis Kebohongan

Meskipun terjadi pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan PDB atau pertumbuhan pendapatan per kapita, bukan berarti bahwa semua orang meningkat pendapatannya. Orang yang memahami matematika dan statistika tentu tidak akan salah menginterpretasikan angka pertumbuhan ekonomi tadi. Sayangnya tidak sedikit orang yang tidak memahami matematika bahkan mungkin seorang doktor sekalipun.

Jumlah pegawai yang pendapatannya tetap selama bertahun-tahun sangatlah banyak bukan hanya presiden saja. Dari mereka yang pendapatannya tetap selama bertahun-tahun itu ada yang kekayaannya bertambah (seperti kekayaan presiden misalnya) tetapi ada yang kekayaannya tidak bertambah. Mengapa? Mereka yang kekayaannya bertambah karena tingkat pendapatannya jauh di atas pengeluaran rutin sehingga sisa pendapatannya bisa ditabung menjadi aset atau kekayaan, sehingga kekayaanya meningkat dari tahun sebelumnya. Sementara mereka yang kekayaannya tidak bertambah karena tingkat pendapatannya pas-pasan atau kurang. Tidak ada sisa yang bisa ditabung. Kakayaannya tidak bertambah.

Pertumbuhan ekonomi atau pertumbuhan PDB tidak menggambarkan peningkatan pendapatan semua orang. Juga tidak menggambarkan peningkatan aset setiap orang.

Kalau kita memang mau mengikis kebohongan dan penyesatan kita harus mulai dari hal-hal yang kelihatannya sepele seperti ini yaitu tidak lagi meggunakan istilah pertumbuhan ekonomi di ruang publik dimana para pembaca atau audiensnya sangat awam. Istilah pertumbuhan ekonomi memang istilah yang menyesatkan yang bisa membuat orang awam salah interpretasi. Gunakan saja istilah pertumbuhan PDB (Gross Domestic Product) atau pertumbuhan GNP (Gross National Product).

Setelah tokoh-tokoh lintas agama mengkritik pemerintah dan kemudian sejumlah tokoh mendeklarasikan GERAM Hukum (Gerakan Anti Mafia Hukum) 27 Januari minggu lalu, seharusnya kini giliran akdemisi, ilmuwan, cendekiawan, dan media massa yang jujur untuk mempelopori tidak digunakannya lagi istilah pertumbuhan ekonomi untuk menunjuk pertumbuhan PDB atau GNP. Gunakan saja istilah pertumbuhan PDB atau pertumbuhan GNP. Hidup rakyat sangat susah jangan melakukan penyesatan dengan istilah pertumbuhan ekonomi seolah-olah dengan pertumbuhan ekonomi hidup rakyat membaik.

Sebuah revolusi tanpa revolusi pemikiran bisa mengarah pada kekacauan. Selama kita mengacu pada blog ini maka revolusi yang dimaksud adalah revolusi pemikiran untuk mengubah paradigma ekonomi setiap orang dan pejabat pemerintah selaku pemangku kepentingan publik menjadi berparadigma ekonomi publik kerakyatan (biososioekonomi). Perubahan seharusnya terjadi pada kapasitas dan jabatan masing-masing orang. Namun demikian bukan berarti pergantian pejabat pemerintah adalah hal yang tabu. Kita hidup di republik dimana pergantian pejabat pemerintah adalah hal yang lumrah selama dilakukan secara konstitusional dan damai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar