Sabtu, 12 Mei 2012

Kebebasan Akademik

Dalam tulisannya di harian Kompas Sabtu 5/5/2012 hlm 6 lalu Prof. Sulistyowati Irianto mengingatkan pentingnya kebebasan akademik. Postingan saya yang sederhana kali ini sekedar menambahkan dari pengalaman pribadi saya.

Memasuki bulan Mei kita teringat pada gerakan mahasiswa dan rakyat dalam reformasi 1998 yang mengakhiri rejim lama. Setelah itu gairah penulisan dan penerbitan buku maupun surat kabar marak di Indonesia. Kebebasan berpendapat dan kebebasan akademik pun membaik di era reformasi. Memang pada masa Orde Baru kebebasan akademik tidak sebagus era reformasi khususnya bagi mereka yang mengambil bidang non eksakta. Saya amati mereka yang mengambil bidang non eksakta sering mendapat tekanan dan pengawasan. 

Bagi yang mengambil jurusan eksakta kebebasan akademik pada masa Orde Baru jauh lebih baik dari non eksakta. Beruntung saya mengambil jurusan eksakta. Pengalaman saya adalah bahwa dengan kebebasan akademik itu otak kita terlatih dan terasah untuk berpikir. Dalam skripsi saya misalnya, saya membuat prosedur analisis sendiri yang terinspirasi dari Hukum Stoke. Sangat jarang mahasiswa S1 berani membuat prosedur analisis sendiri. Kebebasan akademik bisa mengarahkan kita pada berbagai penemuan ilmiah yang belum ditulis di texbook. 

Sebagaimana diingatkan oleh Sulistyowati Irianto bahwa penduduk dunia tahun 2050 diprediksi menjadi 9 miliar. Banyak permasalahan harus diatasi, kebebasan akademik menjadi sangat penting karena berbagai macam penemuan ilmiah muncul karena adanya kebebasan akademik. Buku saya Herucakra Society Jalan Ketiga Ekonomi Dunia terbit Oktober 2004. Pada tanggal 2 November 2004, makalah saya tentang bioekonomi (biososioekonomi) diseminarkan dalam seminar bulanan ke-22 di PUSTEP UGM. Saya tidak yakin bahwa buku saya bisa terbit pada masa Orde Baru di mana kebebasan berpendapat dikekang.

Tulisan singkat ini sekedar mengingatkan semua pihak, khususnya adik-adik mahasiswa yang telah berjuang dalam gerakan reformasi Mei 1998. Kebebasan akademik itu sangat penting.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar