Sabtu, 19 Mei 2012

Reformasi Budaya

Ketika reformasi terjadi di tahun 1998,  budaya Jawa banyak mendapat kritik karena dianggap ikut andil dalam munculnya krisis multidimensi.  Jauh sebelum Mei 1998 itu seorang budayawan yang sekarang sudah almarhum mengemukakan sulitnya menemukan padanan kata fairness dalam bahasa Jawa yang berarti sulit juga menemukan fairness itu sendiri dalam peradaban Jawa.

Menurut hemat saya memang tidak mudah menemukan fairness dalam peradaban Jawa. Sejarah Jawa mencatat lembaran kelam munculnya Ken Arok sekitar tahun 1222M. Oleh karena itu untuk menemukan fairness dalam peradaban Jawa kita mencarinya jauh sebelum tahun 1222M. Dahulu kita mempunyai Ratu Sima yang bermartabat yang bertindak tegas dan fair terhadap anaknya sendiri.

Di dalam masa reformasi ini marilah memeriksa batin kita masing-masing dalam suasana yang hening dan tenang apakah kita sudah memperbaiki dan mereformasi diri untuk berkontribusi pada budaya dan peradaban Jawa yang lebih baik? Semoga Tuhan menuntun dan memberkati usaha kita sampai berhasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar