Selasa, 15 Desember 2009

Sosialisme Cenderung Otoriter dan Lupa Daratan?

Sebagaimana saya tulis dalam postingan terdahulu: "Dharma Ksatria: Antara Satrio Piningit dan Ksatria Luhur" bahwa sangat mengerikan bila perjuangan mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan publik hanya dilakukan oleh mereka aktivis politik dan sosial. Kejadian-kejadian di Amerika Latin baru-baru ini menunjukkan kebenaran apa yang saya tulis waktu itu.

Dalam Tajuk Rencana Kompas 24 Nopember 2009 dikatakan:
"Apa yang kini tengah diupayakan Presiden Nikaragua Daniel Ortega membuktikan bahwa kekuasaan itu memabukkan, membuat orang lupa daratan. Ortega berusaha mengikuti jejak beberapa presiden di kawasan Amerika Latin, yakni mempertahankan kekuasaan selama mungkin. Yang mengawali menggenggam kekuasaan selama mungkin adalah Presiden Venezuela Hugo Chavez.
Setelah 10 tahun berkuasa, Chavez, pemimpin berhaluan kiri yang kontroversial itu, Februari lalu memenangi referendum yang menghapus pembatasan jabatan presiden. Langkah Chavez diikuti rekannya Presiden Bolivia Evo Morales dan Presiden Equador Rafael Correa. Keduanya mereformasi konstitusi, menghapus pembatasan"

Kemudian pada beberapa alinea di bawahnya ditulis:
"Dulu rakyat berharap Ortega akan menggunakan kekuasaannya untuk rakyat, bukan untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, kini, ia telah muncul menjadi caudillus_diktator dan orang kuat_baru seperti Somaza yang ingin tetap berkuasa untuk dirinya sendiri"

Apa yang ditulis dalam Tajuk Rencana Kompas itu berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya ketika Morales terpilih menjadi Presiden Bolivia. Segala puja dan puji bertebaran di media massa baik untuk Morales, Chavez, atau pun neo sosialisme Amerika Latin. Saya termasuk yang menahan diri atau kikir(?) untuk ikut-ikutan memuji apa yang terjadi di Amerika Latin waktu itu.

Apa yang terjadi di Amerika Latin waktu itu itu sebenarnya tidak sejalan dengan apa yang saya cita-citakan atau saya impikan. Pertama, sosialisme Amerika Latin tidak menawarkan teori ekonomi makro baru sehingga cenderung kehilangan orientasi. Padahal suatu grand teori ekonomi makro baru tetap diperlukan sebagai pedoman. Kedua, cara-cara Amerika Latin cenderung berpusat atau bertumpu hanya pada kekuasaan negara dalam mewujudkan kesejahteraan publik/rakyat. Sebagaimana saya sampaikan dalam buku saya, Herucakra Society Jalan Ketiga Ekonomi Dunia, untuk mewujudkan kesejahteraan umum tidak boleh hanya bertumpu pada kekuasaan negara semata. Suatu pemerintahan yang pro rakyat memang diperlukan tetapi pemerintahan seperti itu harus bisa bekerja sama dengan civil society. Untuk mengontrol kekuatan anti demokrasi ekonomi perlu peran serta civil society secara langsung.

Sebagaimana saya tulis dalam buku saya dan juga di blog ini perwujudan demokrasi ekonomi atau implementasi teori ekonomi makro biososioekonomi secara damai dapat dilakukan dengan empat cara yaitu:
(1)kesadaran diri masing-masing individu
(2)tekanan institusi agama terhadap individu (umatnya masing-masing)
(3)norma atau etika sosial
(4)kontrol kekayaan oleh masyarakat konsumen (Herucakra Society Jalan Ketiga Ekonomi Dunia hlm73).

Dengan menimbang kejadian-kejadian di Amerika Latin akhir-akhir ini kita semua harus waspada. Menurut hemat saya, apa yang harus kita lakukan saat ini adalah:

Pertama, jangan mempercayakan begitu saja perwujudan keadilan sosial dan kesejahteraa publik kepada pemegang kekuasaan siapa pun orangnya. Siapa pun pemegang kekuasaannya perlu dikontrol.

Kedua, diperlukan peran serta semua pihak bukan hanya aktivis sosial dan aktivis politik. Pebisnis yang telah berubah dan berkomitmen menjalani dharma ksatria sebagaimana yang saya maksud dalam postingan terdahulu tetap diperlukan peran sertanya tanpa pebisnis itu sendiri memegang jabatan di pemerintahan.

Ketiga, mengarusutamakan gerakan sosial civil society yang tidak bertujuan mengambil alih kekuasaan semata tetapi mewujudkan kesejahteraan publik dan keadilan sosial siapa pun presidennya. Kalau diperlukan pergantian kekuasaan jangan dijadikan tujuan dan harus dilakukan secara damai dan konstitusional. Perubahan besar akan terjadi kalau masing-masing orang pada jabatan atau kapasitasnya masing-masing mau menyesuaiakan diri dan sejalan dengan teori ekonomi makro biososioekonomi.

Marilah kita menjadi negarawan yang baik dan marilah kita menjadi anggota masyarakat (civil society) yang baik.


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar