Rabu, 23 Desember 2009

Tiga Gempa Pasca Satu Suro

Setelah 7 gempa bumi yang berdekatan dengan hari raya (baca artikel di blog ini yang berjudul: Gempa Italia Gempa ke-7 yang diposting Jumat 10 April 2009) kini terjadi 3 gempa bumi, berskala 6 SR ke atas, di 3 negara pasca 1 Suro 1943 Saka Jawa (18 Des2009). Pertama gempa Taiwan 19 Desember (sumber http://m.kompas.com/news/read/data/2009.12.20.12123677), kedua gempa Tanzania 20 Desember (sumber http://m.kompas.com/news/read/2009.12.20.12123677), dan ketiga gempa yang terjadi di Malawi negara tetangga Tanzania 19 menit kemudian (sumber http://m.kompas.com/news/read/data/2009.12.21.00072597).

Sebagaimana saya tulis dalam postingan 10 April 2009 di blog ini saya pribadi meyakini bahwa 7 gempa (atau 8 gempa kalau memasukkan gempa Padang 30 Sept 2009) yang terjadi berdekatan dengan hari raya semenjak saya menulis surat keprihatinan tertanggal 21 Nopember 2003 (tidak diposting di blog) merupakan tanda-tanda jaman atau peringatan Tuhan. Kitab Suci menyebutkan kelaparan dan gempa bumi merupakan peringatan Tuhan (bdk Matius 24:7 atau Lukas 21:11). Saat ini kelaparan mengancam 1 milyar penduduk bumi.

Demikian juga dengan 3 gempa pasca 1 Suro ini. Saya pribadi meyakinya sebagai peringatan dari Tuhan. Namun saya TIDAK berpendapat kiamat (besar) sudah dekat. Dalam surat keprihatinan tertanggal 21-11-2003, sebelum hari-hari dahsyat di berbagai tempat itu, saya telah menulis bahwa: kalau rencana Tuhan tidak berubah kiamat (besar) baru terjadi paling tidak 1.000 tahun lagi. Dalam postingan terdahulu (Jumat 18 Desember 2009) saya mengingatkan kembali akan sabda-Nya bahwa hari Tuhan akan menimpa semua penduduk bumi.

Meskipun saya pribadi berpendapat bahwa kiamat besar baru terjadi 1.000 tahun lagi, tetapi saya meyakini bahwa hari h yang dahsyat (yang datang tak terduga seperti pencuri) itu akan segera terjadi. Menurut pendapat saya pribadi, itu bukan kiamat besar tetapi peralihan jaman di mana umat manusia di bumi yang luput dari hari yang dahsyat itu akan memasuki jaman keemasan yaitu hidup dalam damai sejahtera, dalam terang Tuhan, masih diberi kesempatan bertobat dan melihat jalan ke surga.

Saya rasa Tuhan cukup bijaksana dengan memberikan peringatan melalui Alkitab dan tanda-tanda jaman. Tanpa memberi peringatan, beberapa teolog mungkin akan menuduh Tuhan kejam karena hari h yang dahsyat itu memang dahsyat atau teolog itu akan menjadi ateis karena tidak meraskan kehadiran Tuhan padahal Tuhan bersabda: Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar (Luk 17:37).

Persiapan penting menjelang hari h dahsyat adalah menentang triple six atau implementasi biososioekonomi seperti sering saya tulis di blog ini agar 1 milyar orang yang kelaparan menjadi sejahtera, krisis ekonomi teratasi, dan pemanasan global bisa dicegah. Semoga dimengerti.


"Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar