Jumat, 04 Desember 2009

Tidak Menyesal

Tanggal 28 November saya menghadiri reuni FTP (Fakultas Teknologi Pertanian) UGM angkatan 85, 86, dan 87 di Auditorium FTP UGM Yogyakarta. Hampir 20 tahun tidak pernah ketemu. Kami telah menyebar ke berbagai kota dengan berbagai profesi dan dengan berbagai kesuksesannya masing-masing. Dua orang teman datang dari Singapura. Mereka bekerja di dua perusahaan esence yang saling berkompetisi.

Saya tidak pernah menyesal mengambil jurusan itu meskipun apa yang saya tekuni saat ini berbeda dengan apa yang saya pelajari di bangku kuliah dulu.

Saya mujur mengambil jurusan eksakta di saat orde baru berkuasa. Saya menikmati kebebasan akademik sepenuhnya tanpa represi. Kontrol ketat dan represi sering dialami mereka yang mengambil jurusan non eksakta.

Dengan kebebasan itu otak saya terasah. Keberanian menciptakan prosedur analisa sendiri dalam skripsi termasuk kebebasan akademik yang saya nikmati. Dan saya mendapat nilai A untuk skripsi saya. Mahasiswa S1 yang berani menciptakan prosedur analisa sendiri termasuk sosok langka.

Dosen pembimbing skripsi menekankan pentingnya akal sehat atau logika.
Data setinggi langit tetapi kalau logikanya kacau, maka hasilnya juga kacau. Prinsip ini masih relevan dalam hidup saya saat ini.

Maka saya tidak pernah menyesal. Dengan latar belakang seperti itulah teori ekonomi makro biososioekonomi dirumuskan. Kebebasan akademik dan akal sehat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar