Rabu, 08 Juli 2009

Mari Kita Lanjutkan Perjuangan Menyejahterakan Rakyat

Siapa pun presiden yang terpilih dalam pilpres 2009 harus meninggalkan paradigma neoliberal dan menggantinya dengan paradigma baru yang pro rakyat sekaligus pro lingkungan hidup. Kita semua dipanggil untuk aktif ikut menyejahterakan rakyat dalam kemampuan dan kapasitas masing-masing yang berbeda. Ada orang yang kapasitasnya besar ada yang kecil. Mereka yang kapasitasnya kecil, misalnya, bisa sekedar memberi informasi kepada teman atau kenalannya akan perlunya demokrasi ekonomi dalam paradigma baru beserta keberadaan teori ekonomi makro baru yang menjadi pedomannya.

Sementara itu mereka yang kapasitasnya besar bisa berperan lebih aktif baik pikiran, waktu, tenaga, maupun harta dalam berbagai lembaga politik ataupun non politik. Termasuk juga aktif dalam diskusi dan jejaring sosial baik yang formal atau non formal. Mengapa aktif dalam diskusi seperti itu perlu. Karena buku teks ekonomi yang standar yang banyak dipakai sekarang ini hanya cocok untuk mengajar mahasiswa, tidak cocok untuk menasihati pemerintah dan menyejahterakan publik (rakyat). Buku teks semacam itu belum direvisi.

Anda bisa berpartisipasi baik perorangan atau dalam kelembagaan sesuai kondisi masing-masing.
(1)Lembaga Politik. Baik pemerintah atau legislatif termasuk sebagai oposisi konstruktif agar pemerintah bisa meninggalkan paradigma neolibnya.
(2)Beberapa Yayasan atau Pusat Studi sangat aktif mengembangkan paradigma non neolib serta memajukan demokrasi ekonomi. Beberapa lembaga yang perlu saya sebut adalah Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM (dahulu bernama Pusat Studi Ekonomi Pancasila) dan Mubyarto Institute. Mubyarto Institute memiliki account di situs jejaring sosial facebook.
(3)Pusat-pusat pengaruh dalam civil society, seperti institusi keagamaan atau budaya yang menawarkan kearifan lokal atau local genius.
(4)Lembaga swadaya masyarakat. Beberapa lembaga swadaya masyarakat aktif mengkritik paradigma neolib.
(5)Lembaga konsumen sosial. Ini masih relatif baru dan masih berada dalam gagasan saya. Tugas lembaga ini adalah mewujudkan demokrasi ekonomi dalam paradigma barunya, bahwa laba dan kekayaan berasal dari konsumen dan harus dikembalikan kepada konsumen (semua orang) sesuai teori biososioekonomi. Di masa datang lembaga seperti ini akan berperan penting dan merupakan mitra bagi pemerintah dan bank sentral.
(6)New media. New media seperti blog atau micro blog (facebook) bisa dipakai untuk berkomunikasi dan berdiskusi.

Demikian beberapa lembaga dimana kita bisa berpartisipasi. Secara obyektif teori ekonomi neoklasik atau neoliberal itu sudah terbukti gagal mewujudkan kesejahteraan publik. Sikap neolib dalam tataran mikro (privat) yang tidak merugikan lembaga publik (seperti pemerintah dan bank sentral) memang tidak salah. Tetapi dalam tataran makro (publik) sikap neolib itu salah.

Meskipun sudah terbukti salah, karena berbagai kepentingan, sikap neolib itu masih merajalela. Diperlukan partisipasi kita untuk mengoreksinya. Tuhan memberkati Anda.

Salam Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar