Sabtu, 18 Desember 2010

Menanti Ratu Adil atau Menanti Pertobatan?

Harapan banyak orang tertindas akan datangya Ratu Adil (King of Justice) sebenarnya bukan harapan kosong meskipun beberapa persepsi mengenai Ratu Adil perlu diluruskan. Dalam blog ini saya sudah menjelaskan agar tidak salah persepsi. Hal seperti ini perlu saya kemukakan agar isu Ratu Adil tidak dimanfaatkan oleh petualang politik.

Seperti pernah saya jelaskan dalam postingan "Antara Ratu Adil dan satrio piningit" bahwa Tuhanlah yang pantas menjadi Ratu Adil sejati. Dan Ratu Adil berbeda dengan satrio piningit. Satrio piningit sejati memang harus mengaku sebagai bukan Ratu Adil supaya tidak terjadi "bencana teologis" (karena mengaku sbg Tuhan) tetapi bukan berarti bahwa satrio piningit sedang melawan Ratu Adil (Tuhan).

Mungkin kemudian timbul pertanyaan, kalau Ratu Adil itu ada dan satrio piningit telah muncul mengapa hidup rakyat tidak segera membaik. Perlu diingat bahwa tugas satrio piningit hanya menyampaikan peringatan. Dan seperti Anda lihat pada komentar-komentar di blog ini, tidak sedikit orang yang menghalangi tampilnya satrio piningit. Pengalaman saya memperjuangkan demokrasi ekonomi/biososioekonomi pun seperti itu, banyak dihalang-halangi. Good news munculnya satrio piningit bersama demokrasi ekonomi/biososioekonominya ditenggelamkan bad news oleh penguasa media konvensional baik cetak maupun tv. Padahal peringatan itu harus tersebar ke seluruh dunia.

Tuhan Sang Ratu Adil sejati memang berkuasa menjatuhkan tulah atau hukuman ke bumi terhadap orang-orang yang menghalangi terwujudnya kesejahteraan publik namun juga perlu diingat bahwa Tuhan memiliki kerahiman untuk menanti pertobatan banyak orang. Memang memprihatinkan bahwa masih ada orang yang menganggap mewariskan kekayaan berlimpah kepada anak keturunannya sebagai bagian dari hukum kasih, padahal Yesus Kristus Sang Ratu Adil Sejati tidak mengajarkan begitu.

Akan ada masanya pintu pertobatan ditutup karena Tuhan tidak mau rakyat-Nya mati kelaparan. Kapan saatnya? Tidak ada manusia yang tahu. Kita saat ini sedang menantikan pertobatan banyak orang karena Tuhan dg kemulian, kuasa, dan hukuman-Nya bisa datang kapan saja seperti pencuri. Bertobat selagi sempat karena esok mungkin terlambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar