Selasa, 09 November 2010

Surat Terbuka untuk Presiden Obama (dan Amerika)


Dear Mr President Obama
Pertama-tama saya ucapkan selamat datang ke Indonesia, suatu negeri kepulauan yang telah ber-revolusi menjadi negara demokrasi modern berbentuk republik dari asal-usulnya yang terdiri dari berbagai kerajaan di wilayah Nusantara. Semoga kunjungan dan perjalanan Anda ke Indonesia aman dan nyaman.

Ketika Anda terpilih menjadi presiden, November 2008, saya memposting tulisan di blog ini November 2008 bahwa pergantian presiden saja tidak cukup. Tema seperti itulah yang ingin saya sampaikan kali ini dalam surat terbuka untuk Anda (dan Amerika).

Sebelumnya saya perlu mohon maaf kalau pendapat yang saya sampaikan (dalam bahasa Indonesia) ini berbeda dengan pendapat umum yang sudah Anda kenal. Saya memerlukan banyak waktu dan tenaga kalau harus menulis surat ini dalam bahasa Inggris. Selain itu saya mohon maaf kalau saya menyampaikan pendapat saya ini dengan bahasa yang lugas.

Krisis ekonomi global hanya bisa diatasi secara global. Celakanya negara terlalu kecil untuk mengurusi hal-hal besar dan terlalu besar untuk mengurusi hal-hal kecil. Selain diperlukan kerja sama antara negara dengan civil society juga diperlukan perubahan paradigma dari ekonomi yang bercorak kapitalistik-neoliberalistik mengarah kepada ekonomi jalan ketiga atau jalan tengah. Untuk itu diperlukan grand theory ekonomi baru sebagai pedomannya. Saya memberanikan diri untuk merumuskan grand theory itu dan menyebutnya sebagai teori ekonomi makro biososioekonomi (bioekonomi) yang selain bisa dibaca di blog ini, juga bisa dibaca dalam buku saya "Herucakra Society Jalan Ketiga Ekonomi Dunia" (2004), atau di web site-nya Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Meskipun masih bersifat embrional, sebagai kerangka dasar berpikir biososioekonomi sudah cukup memadai, karena biososioekonomi jelas dan tidak rancu.

Secara khusus saya memposting tulisan di blog ini yang menjelaskan mengapa bioekonomi (biososioekonomi) disebut sebagai ekonomi jalan ketiga. Tulisan itu saya posting 2 Nopember 2010. Saya berharap agar semua pihak di seluruh dunia bisa berpartisipasi mengaplikasikan dan mewujudkan paradigma ekonomi jalan ketiga yang pro publik, pro rakyat dan pro ekologi (kelestarian lingkungan hidup).

Untuk bisa memahami biososioekonomi, orang harus membedakan antara individu dan perusahaan dimana individu selain berlaku sebagai homo economicus seharusnya juga berlaku sebagai homo socius. Sementara perusahaan atau institusi bisnis tidak bisa berubah menjadi institusi sosial. Tidak membedakan individu dengan institusi bisnis itulah kelemahan utama teori ekonomi makro keynesian.

Teori ekonomi makro biososioekonomi berusaha meningkatkan income publik melalui pajak, derma, dan daur ulang kekayaan individu serta mengelolanya dengan baik agar terjadi keseimbangan antara aset individu
(yang notabene adalah liability bagi publik) dengan aset publik. Kalau liability publik lebih tinggi dari asetnya, krisis tetap terjadi delam beberapa bentuk seperti kemiskinan dan rendahnya daya beli rakyat.

Kekayaan daur ulang adalah kekayaan melimpah milik individu atau perorangan bukan perusahaan yang tidak diwariskan kepada anak keturunannya sendiri tetapi dihibahkan untuk publik. Secara praktis dan sederhana bisa dikatakan bawa biososioekonomi menentang pewarisan kekayaan berlimpah dan pro demokrasi ekonomi. Jalan damai untuk mewujudkan itu sudah saya usulkan dalam buku saya hlm 73 dan sering saya ulang dalam blog ini khususnya dalam artikel yang berlabel "herucakra society." Mungkin bagi kebanyakan orang di Indonesia biososioekonomi itu tidak mudah dijalankan karena menentang pewarisan kekayaan berlimpah Beberapa orang yang saya beri buku saya, di kemudian hari juga kelihatan takut-takut berbicara biososioekonomi.

Namun demikian saya tidak gentar karena saya menaruh harapan pada TUHAN semesta alam. Saya memiliki keyakinan pribadi bahwa triple six yang akan dihancurkan TUHAN itu berkaitan dengan pewarisan kekayaan dan (atau) kekuasaan berlimpah. Saya memiliki keyakinan itu setelah pada tahun 2005, saya menemukan suatu ayat dalam Alkitab (Holy Bible) bahwa di masa lalu ada seorang raja yang income per tahunnya adalah 666 talenta emas (1Raj10:14 atau 2 Taw 9:13). Semua orang tahu raja itu terlahir sebagai anak raja.

Mengenai orang-orang yang lahir sebelum Kristus, Tuhan kita Yesus Kristus telah membuat suatu kebijaksanaan yang luar biasa sebagaimana dicatat Injil Yohanes 10:7-9 yang berbunyi: "..Aku berkata kepadamu, akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput."

Umat kristiani boleh tidak sependapat dengan saya, tetapi saya pribadi meyakini bahwa triple six yang akan dihancurkan TUHAN dan para penghuni Surga itu berkaitan dengan pewarisan kekayaan berlimpah dan (atau) pewarisan kekuasaan berlimpah. Saya tidak percaya akan pandangan sebagian orang bahwa TUHAN akan menghancurkan negara demokrasi modern dan menggantinya dengan negara teokratis. Yang saya percayai adalah bahwa TUHAN dan penghuni Surga akan menghancurkan triple six. Untuk itu saya terpanggil untuk menyampaikan peringatan itu kepada semua orang melalui blog ini. Sekali lagi mohon maaf kalau kata-kata ini lugas dan keras. Maklum hidup rakyat kebanyakan juga susah.

Demikian surat ini saya tulis, banyak hal di antaranya juga sudah saya tulis di blog ini. Semoga Anda dan bangsa Amerika terhindar dari murka TUHAN. TUHAN memberkati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar